Wapres Kolombia Lolos dari Percobaan Pembunuhan!

jurnal-rakyat.com – Wakil Presiden (Wapres) Kolombia Francia Marquez mengatakan bahwa petugas keamanannya telah menggagalkan upaya untuk membunuhnya.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/1/2023), Marquez, wakil presiden kulit hitam pertama di negara Amerika Selatan itu, menuliskan di Twitter bahwa petugas keamanannya telah melakukan “penonaktifan dan penghancuran alat peledak berkapasitas tinggi” di jalan menuju rumah keluarganya di barat daya Kolombia.

“Ini adalah upaya lain dalam hidup saya,” imbuh perempuan berusia 41 tahun itu, yang selamat dari sebuah serangan pada 2019 terkait dengan pekerjaannya sebagai aktivis lingkungan di departemen di tempat asalnya di Cauca.

Percobaan pembunuhan terbaru itu, ujarnya, melibatkan “kantong plastik berisi bahan peledak berkekuatan tinggi yang terbuat dari amonium nitrat, bubuk aluminium dan paku.”

Tim keamanannya menemukan tas tersebut setelah diberitahu tentang perilaku mencurigakan oleh “elemen luar” di sepanjang jalan menuju desa Yolombo di kota Suarez, tempat Marquez dilahirkan.

Francia Marquez adalah bagian dari pemerintahan sayap kiri pertama Kolombia , yang dipimpin oleh Presiden Gustavo Petro, mantan pemberontak gerakan gerilyawan perkotaan M-19 yang meletakkan senjatanya pada tahun 1990.

Petro telah berusaha untuk mengakhiri puluhan tahun konflik bersenjata dengan bernegosiasi dengan pemberontak sayap kiri dan kelompok-kelompok bersenjata seperti pengedar narkoba.

Pada bulan Agustus 2022 lalu, beberapa hari setelah Petro dilantik, sebuah kendaraan dalam iring-iringan kepresidenan ditembaki di timur laut negara itu.

Pendahulunya, Ivan Duque yang konservatif, juga selamat dari serangan ketika orang-orang bersenjata menembaki helikopter yang membawanya.

Marquez, yang dibesarkan dalam kemiskinan dan menjadi ibu tunggal pada usia 16 tahun, melarikan diri dari Cauca beberapa tahun kemudian setelah menerima ancaman pembunuhan.

Dia akhirnya mendapat gelar sarjana hukum dan terjun ke dunia politik.

Pada bulan September tahun lalu, jaksa membuka penyelidikan terhadap seorang wanita yang menyebut Marquez “kera” saat aksi demo para penentang pemerintah.

error: Content is protected !!