Rangkuman Hari Ke-272 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Dilanda Ledakan, Ukraina Waspadai Musim Dingin

jurnal-rakyat.com – Masih ada beberapa hal baru yang terjadi “mewarnai” perang Rusia-Ukraina hari ke-272 pada Selasa (22/11/2022).

Ini termasuk, terjadi ledakan di wilayah Rusia yang menewaskan tiga orang.

Selain itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia mencoba menggunakan musim dingin kali ini sebagai “senjata pemusnah massal” dengan menyerang infrastruktur energi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut rangkuman serangan Rusia ke Ukraina hari ke-272 yang dapat Anda simak:

Ledakan tewaskan 3 orang di wilayah Rusia

Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov mengatakan ledakan terjadi di dua desa di wilayah Belgorod, Rusia pada Selasa.

Belgorod adalah wilayah Rusia yang berbatasan dengan Ukraina.

Dilansir dari Kantor berita AFP, Gladkov menuding ledakan tersebut disebabkan oleh penembakan oleh Ukraina.

Menuru dia, seorang wanita di Desa Shebekino tewas akibat insiden tersebut.

Desa Shebekino berada sekitar 7 km dari perbatasan Ukraina di selatan wilayah Belgorod.

“Selama penembakan di Shebekino, seorang warga sipil wanita tewas,” kata dia di Telegram.

“Dia menderita cedera kepala ketika terlempar ke belakang akibat ledakan,” tambahnya.

Gladkov menyebut warga Rusia itu meninggal di ambulans ketika dokter berusaha menyelamatkan hidupnya.

Dia kemudian mengatakan sepasang suami istri tewas di wilayah Belgorod barat, di desa perbatasan Staroselye.

Gladkov mengatakan pasangan itu terbunuh oleh ledakan jenis amunisi yang tidak dikenal.

Ukraina klaim rebut kembali semenanjung Laut Hitam

Ukraina mengeklaim telah merebut kembali hampir seluruh wilayah selatan Mykolaiv di semenanjung terpencil di lepas pantai Laut Hitam di mana pertempuran masih berlangsung.

“Kami memulihkan kontrol penuh atas wilayah tersebut. Kami memiliki tiga permukiman tersisa di Kinburn Split untuk secara resmi tidak lagi menjadi wilayah perang,” kata gubernur wilayah Mykolaiv Vitaly Kim di media sosial.

Pengumumannya muncul setelah juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa pasukan Ukraina sedang melakukan “operasi militer” di Kinburn Split.

Ukraina tahan ‘pengkhianat’ yang membebaskan tahanan Kherson

Penyelidik Ukraina mengatakan pada Selasa, bahwa seorang petugas penjara di kota Kherson diduga melakukan pengkhianatan karena membebaskan narapidana sebelum tentara Rusia mundur.

Pada 11 November, tentara Rusia menarik pasukan dari kota Kherson di Ukraina selatan, dalam kemunduran besar di wilayah yang diklaim telah dianeksasi oleh Presiden Vladimir Putin.

Pada Selasa, Biro Investigasi Negara (SBI) Ukraina mengatakan bahwa seorang pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan di penjara setempat bekerja sama dengan pasukan Rusia dan membiarkan narapidana melarikan diri sebelum mundurnya Rusia.

“SBI menahan seorang pengkhianat dari koloni Kherson, yang membebaskan tahanan sebelum kota itu dibebaskan,” kata dia dalam sebuah pernyataan

Ukraina geledah biara atas dugaan hubungan Rusia

Dinas keamanan Ukraina mengatakan pada Selasa, telah menggerebek sebuah biara bersejarah Ortodoks di Kyiv atas dugaan hubungan dengan agen Rusia.

Di sisi lain, Kremlin mengecam penggeledahan tersebut sebagai babak terakhir dalam “perang” Kyiv melawan gereja Rusia.

Terletak di selatan pusat kota, Kyiv Pechersk Lavra adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan pusat cabang Gereja Ortodoks Ukraina yang sebelumnya berada di bawah yurisdiksi Rusia.

Kyiv Pechersk Lavra diperkirakan dibangun pada abad ke-11.

Biara ini disebut telah memutuskan hubungan dengan Rusia segera setelah Presiden Vladimir Putin menginvasi Ukraina.

Suriah disebut menyediakan ‘laboratorium drone’

Laporan baru yang diterbitkan pada Selasa oleh organisasi pembangun perdamaian PAX yang berbasis di Belanda, menyebut Suriah telah menyediakan “laboratorium drone” bagi negara-negara, kelompok militan, dan kelompok bersenjata lainnya -dengan beberapa senjata diuji coba dan kemudian digunakan di Ukraina.

Laporan itu mencatat, enam negara telah mengerahkan 39 model drone militer selama perang berdarah.

“Negara dan kelompok bersenjata non-negara telah menguji berbagai jenis drone baru dan mengeksplorasi bagaimana penggunaannya dapat meningkatkan taktik dan strategi militer,” kata PAX.

Militer Iran, Israel, Rusia, Turki, Amerika Serikat, dan Suriah semuanya telah menggunakan teknologi drone di Suriah, kata laporan itu, menyempurnakan teknologi untuk digunakan dalam konflik lain.

AS akan berikan Rp70,4 triliun ke Ukraina melalui Bank Dunia

Pemerintah AS mengatakan Selasa, akan memberikan 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp70,4 triliun) dukungan keuangan untuk Ukraina.

Dana ditujukan untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan mendukung layanan inti pemerintah.

Mobilisasi itu dilakukan saat Kyiv bergulat dengan dampak invasi Rusia, dengan Moskwa meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina karena menghadapi kerugian yang semakin besar di lapangan.

“Dana ini akan mulai dicairkan dalam beberapa minggu mendatang,” kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam sebuah pernyataan.

Menurut dia, bantuan tersebut akan diberikan kepada pemerintah Ukraina dan membantunya melawan perang Rusia dengan memperkuat stabilitas ekonomi dan mendukung layanan inti pemerintah, termasuk upah untuk pekerja rumah sakit, pegawai pemerintah, dan guru.

Crimea disebut dilanda serangan drone

Semenanjung Crimea yang dikuasai Rusia di Ukraina disebut menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak atau drone pada Selasa.

Atas insiden ini, pihak berwenang yang dipasang Kremlin menyebut, pasukan Rusia di sana telah disiagakan.

“Ada serangan dengan drone,” kata gubernur wilayah administrasi Sevastopol di Crimea, Mikhail Razvozhayev, melalui Telegram.

“Pasukan pertahanan udara kami sedang bekerja sekarang,” katanya.

Dia menyebut, dua drone telah ditembak jatuh.

Razvozhayev mengatakan tidak ada infrastruktur sipil yang rusak dan meminta warga untuk tetap tenang.

Zelensky: Rusia gunakan musim dingin sebagai ‘senjata pemusnah massal’

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Selasa, bahwa Rusia mencoba menggunakan musim dingin ini sebagai “senjata pemusnah massal” dengan menyerang infrastruktur energi.

“Kremlin ingin mengubah dinginnya musim dingin ini menjadi senjata pemusnah massal,” kata Zelensky pada pertemuan Asosiasi Walikota Perancis dalam pesan video.

“Untuk bertahan di musim dingin ini dan untuk mencegah Rusia mengubah hawa dingin menjadi alat teror dan ketundukan, kami membutuhkan banyak hal,” tambahnya.

Dia mendesak Asosiasi Walikota Perancis untuk mengirim generator, dukungan untuk operasi penjinakan ranjau, dan peralatan untuk layanan darurat dan medis Ukraina.