Posisi Tidur Terbaik buat Kesehatan, Miring Kanan atau Kiri?

jurnal-rakyat.com – Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dibutuhkan tubuh. Kekurangan tidur bisa berdampak buruk tidak hanya pada kesehatan fisik, tapi juga psikis.

Perlu dipahami, berbagai posisi tidur memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski demikian, pada dasarnya, tidak ada satu posisi yang baik untuk semua orang. Pasalnya, masing-masing orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Ini artinya, posisi tidur yang baik untuk Anda belum tentu baik untuk orang lain.

Lantas, bagaimana cara memilih posisi tidur yang baik?

Mengutip IFL Science, mayoritas manusia tidur dalam kondisi tubuh menghadap ke samping. Posisi ini memang terasa nyaman saat tidur.

Ketika Anda tidur miring ke kiri, tubuh lebih cenderung tetap diam dengan bantuan gravitasi. Tidur dengan posisi miring ke kiri juga lebih aman bagi mereka yang memiliki kondisi asam lambung, menurut studi yang dilakukan peneliti dari Jefferson Medical College, Philadelphia, Pennsylvania.. Sebab, apabila tidur miring ke sisi kanan, posisi perut yang terangkat dapat membuat seseorang mengalami kenaikan refluks asam, meskipun ini tidak selalu terjadi di semua orang.

Tidur dalam kondisi tubuh miring ke kiri dapat melancarkan sirkulasi darah menuju jantung sekaligus mengurangi risiko heartburn.

Tidur menghadap sisi kanan dikaitkan dengan pernapasan yang lebih baik bagi orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan saat tidur yang disebut sleep apnea. Penelitian pada tahun 2011 yang dipublikasikan di Jurnal Springer mengamati sekelompok orang dengan kondisi tersebut dan menilai bagaimana tidur di sisi kiri versus sisi kanan dan tidur terlentang serta efeknya terhadap tingkat keparahan kesulitan bernapas.

“Kami menemukan bahwa posisi tidur memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian apnea dan [posisi tidur sisi kanan] menurunkan frekuensi kejadian pernapasan obstruktif pada pasien dengan penyakit sedang dan berat,” demikian kata penulis studi menyimpulkan.

Penelitian lain yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology juga menemukan bahwa pasien dengan gagal jantung lebih suka tidur miring ke kanan. Ini kemungkinan sebagai mekanisme perlindungan diri untuk meningkatkan fungsi jantung yang bahkan tidak disadari oleh orang tersebut.

Tidur telungkup atau tengkurap menyebabkan peningkatan tekanan intraokular (tekanan cairan di mata) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tidur menyamping, sesuatu yang dapat menyebabkan glaukoma, neuropati optik, dan masalah penglihatan.

Tidur telungkup juga lebih mungkin berdampak pada kulit, membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami kerutan dibandingkan dengan posisi alternatif yang mengurangi tekanan pada wajah.

Rata-rata, seseorang berganti posisi tidur 20 kali sepanjang malam, dan semakin lama kita menghabiskan waktu di satu tempat, semakin besar kemungkinannya berdampak pada kulit.

Kerutan saat tidur cenderung terbentuk di tempat yang sedikit berbeda dibandingkan dengan yang kita dapatkan dari ekspresi wajah.

Tidur telentang adalah cara terbaik untuk menghindari kerutan di wajah. Meski demikian, posisi terlentang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, menyebabkan mendengkur dan sleep apnea.

Kesimpulannya, pilihlah posisi tidur yang paling sesuai dengan kondisi Anda.