Berandai-andai Backlog Perumahan Nihil, Mungkinkah?

jurnal-rakyat.comBacklog perumahan di Indonesia tercatat masih sekitar 12,71 juta rumah tangga pada 2021. Jumlah itu terus meningkat seiring dengan penambahan keluarga baru sekitar 680 ribu per tahun. Sementara dalam RPJMN, hingga 2024 diproyeksikan ada 5 juta rumah dalam 5 tahun.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk memangkas backlog hingga akhirnya nihil atau tidak lagi kekurangan rumah. Dalam proyeksi pengadaan rumah 5 juta unit, di dalamnya ada 1,35 juta rumah subsidi atau 300 ribu setiap tahunnya.

“Sehingga masing-masing yang belum punya rumah bisa punya rumah, sesuai dengan amanat undang-undang, bahwa semua orang berhak punya rumah layak,” ujar Herry dalam webinar “Ekosistem Pembiayaan Perumahan untuk mewujukan Pembiayaan Perumahan yang Terjangkau dan Berkelanjutan”, Rabu (23/11/2022).

Dia menegaskan target pembangunan rumah akan terus berlangsung setiap tahunnya, dan tidak berhenti pada 2024. Untuk meningkatkan akses kepemilikan rumah, Herry menyebutkan ada beberapa program yang diinisiasi oleh PUPR.

“Pertama kita punya program bantuan kemudahan, namanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, jumlahnya tahun lalu 200 ribu. Namun dengan perputarannya bisa ditingkatkan sampai 220 ribuan dan akan terus meningkat, programnya pun terus dilanjutkan,” kata dia.

Selain itu ada juga fasilitas yang disediakan oleh ekosistem perubahan mulai dari BTN,SMF,Perumnas, hingga Tapera.

Product development juga dilakukan yang meliputi penjaminan, skema sewa beli, hingga pembiayaan untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal.